Sri Mulyani Menawarkan Privat untuk Proyek Infrastruktur Keuangan

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mendesak pihak swasta untuk berpartisipasi aktif dalam pembangunan infrastruktur.

Pemerintah menawarkan kemitraan publik-swasta (PPP) kepada swasta yang tertarik untuk ikut serta dalam proyek infrastruktur.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan melalui skema ini, Kementerian akan menyediakan dan menyiapkan fasilitas proyek, dukungan kelayakan, dan jaminan infrastruktur untuk mendukung pembiayaan PPP.

Baca: Pemerintah Ajak Perusahaan Swasta untuk Mendanai Proyek Infrastruktur

Dalam skema tersebut, imbal hasil investasi (ROI) proyek KPBU dilakukan melalui pembayaran ketersediaan.

“Kepastian kebijakan dan komitmen pemerintah, termasuk dalam hal tarif dan kepastian pengembalian investasi, sangat penting,” kata Sri Mulyani.

Pemerintah memiliki 245 proyek strategis nasional (PSN) yang mencakup 15 sektor infrastruktur serta program industri listrik dan pesawat terbang, dengan nilai investasi Rp4.417 triliun.

Baca: Peran yang Lebih Besar untuk Sektor Swasta dalam Pembangunan Infrastruktur

Direktur program Percepatan Pengadaan Prasarana Prioritas Reiner Haryanto mengatakan bahwa 147 proyek PSN saat ini dalam pembangunan. Sembilan proyek sedang dalam tahap transaksi, sementara 87 sedang dalam persiapan.

Total investasi yang dibutuhkan untuk mengaktualisasikan semua proyek diperkirakan mencapai Rp4.417 triliun. Dana proyek diharapkan berasal dari berbagai sumber, termasuk 13 persen dari anggaran negara dan daerah, 28 persen dari BUMN dan BUMD, dan 59 persen dari pemodal swasta.