Sri Mulyani mengharapkan kepatuhan pajak yang lebih baik dari perusahaan kelapa sawit

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengharapkan kepatuhan pajak yang lebih baik dari perusahaan kelapa sawit dan pemiliknya.

“Saya mengharapkan kepatuhan pajak yang lebih baik dari pemain besar sesuai dengan konsesi dan produksi lahan,” kata Sri Mulyani kemarin di Jakarta. Dia juga meminta pelaku bisnis untuk tidak melakukan praktik penetapan harga transfer di Indonesia.

Sri Mulyani berjanji bahwa pemerintah akan terus memantau kepatuhan pajak untuk mengumpulkan jumlah pajak yang sesuai.

Sebuah studi yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada tahun 2016 menemukan bahwa Direktorat Jenderal Pajak telah gagal mengumpulkan pajak dari industri kelapa sawit dengan benar. Akibatnya, KPK menemukan kurang bayar sebesar Rp2,1 miliar dan membayar lebih bayar sebesar Rp10,5 miliar.

Juru bicara KPK Febri Diansyah mengatakan bahwa tingkat kepatuhan baik individu maupun badan usaha mengalami penurunan. Antara 2011-2015, jumlah pembayar pajak perusahaan turun 24,3 persen. “Padahal jumlah pembayar pajak individu turun 35 persen,” katanya kemarin dalam keterangan tertulis.