Studi Kelayakan Perpindahan Jakarta-Surabaya Segera Selesai

Pemerintah Jepang dan Indonesia akan menyelesaikan studi pra-kelayakan revitalisasi Kereta Api Jawa Utara tahun ini. Proyek revitalisasi perkeretaapian Jawa utara melibatkan peningkatan perkeretaapian antara Jakarta dan Surabaya.

“Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), dan JICA telah melakukan survei,” Perwakilan Senior Japan International Cooperation Agency (JICA) di Indonesia, Kawabata Tomoyuki, mengatakan setelah menandatangani perjanjian pinjaman proyek pelabuhan Patimban dan pengembangan fasilitas penelitian Universitas Gadjah Mada di Jakarta, Senin.

Indonesia memperkirakan studi pra-kelayakan akan selesai tahun ini. Hasilnya akan ditindaklanjuti oleh JICA, tegasnya. Tomoyuki menambahkan bahwa hasil studi pra-kelayakan akan diserahkan ke pemerintah Indonesia. “Semuanya masih dipelajari,” katanya.

Dia mengatakan bahwa kecepatannya bisa meningkat menjadi 160 kilometer per jam dan waktu tempuh antara Jakarta dan Surabaya sampai 5,5 jam. Pemerintah Indonesia dan Jepang telah sepakat untuk menggunakan jalur yang ada untuk revitalisasi Kereta Api Jawa utara.

Pernyataan tersebut berdasarkan hasil pertemuan antara Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan, Sugihardjo, dan Wakil Menteri Hubungan Internasional Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi dan Pariwisata, Hiroshi Narahira.

Pertemuan tiga hari tersebut menghasilkan sebuah kesepakatan, sebuah sinkronisasi antara studi yang dilakukan oleh Kementerian Perhubungan, bekerja sama dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), dengan sebuah studi yang dilakukan oleh Japan International Cooperation Agency.

Teknologi yang akan digunakan harus mempertimbangkan trek yang ada, waktu tempuh, mengurangi persimpangan plot dan pelebaran lengkungan, serta performa harga.

Selain kerjasama infrastruktur, pemerintah Indonesia dan Jepang akan bekerja sama dalam program perangkat lunak terkait persiapan regulasi dan pengembangan sumber daya manusia di bidang perkeretaapian, terutama untuk teknologi MRT dan LRT.