Survei: Melek Finansial di Indonesia Capai 29 Persen

Hasil dari jajak pendapat literasi literasi dan penyidikan keuangan 2016 menunjukkan bahwa mayoritas pelanggan tidak memiliki pemahaman yang lengkap mengenai produk layanan keuangan yang mereka ikuti secara aktif.

Survei tersebut menunjukkan bahwa hanya 29,7 persen dari 67,8 persen responden yang menggunakan produk keuangan dan layanan memiliki pemahaman yang lengkap tentang produk jasa keuangan.

Survei keaksaraan dan penyertaan keuangan nasional diadakan setiap tiga tahun oleh surveyer Surveyer Indonesia.

Hasil jajak pendapat tersebut mendorong Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mengadakan seminar literasi keuangan dan menyelenggarakan program klinik pembinaan publik.

“Sebagian besar masyarakat tidak mengetahui tentang produk keuangan yang mereka beli,” kata Tirta Segara, anggota Dewan Komisaris OJK untuk Sektor Pendidikan dan Perlindungan Konsumen, pada hari Rabu, 4 Oktober.