Tiga Lembaga Negara Probe US $ 1,4 Milyar Ilegal Transfer

Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan akan melakukan penyelidikan atas kasus transfer dana sebesar US $ 1,4 miliar ke seluruh jalur negara yang diduga dilakukan oleh Warga negara Indonesia melalui bank asing.

Ketua PPATK Kiagus Ahmad Baharuddin membenarkan bahwa ada warga negara Indonesia di luar negeri yang terlibat dalam transfer uang. Dia mengklaim bahwa PPATK memperoleh informasi tersebut selama beberapa bulan terakhir dari lembaga timbal balik.

“Kami telah bekerja dengan instansi yang kompeten dalam menyelidiki kasus tersebut. Tapi kami tidak diperbolehkan mengungkapkan identitas tersangka yang mentransfer dana tersebut, “kata Kiagus pada hari Minggu, 8 Oktober.

Ketua Dewan Komisaris OJK Wimboh Santoso mengatakan bahwa baik mereka maupun PPATK tidak dapat mengkonfirmasi motif dibalik transfer dana dalam jumlah besar. “Terlalu dini untuk menganggap transaksi itu,” katanya pada hari Sabtu, 7 Oktober.

Pernyataan Wimboh itu kontras dengan Direktur Jenderal Pajak Ken Dwijugiasteadi yang mengatakan bahwa kasus ini telah menarik perhatian para pemangku kepentingan kebijakan keuangan di Asia dan Eropa. Dia mendesak bank yang memfasilitasi transfer untuk melaporkan kasus ini secara resmi.

Kasus ini muncul akhir pekan lalu bersamaan dengan penyelidikan investigasi peraturan keuangan Eropa dan Asia Tengah terhadap bank Standard Chartered. Regulator mengeluarkan penyelidikan setelah klien bank asal Indonesia tersebut menagih US $ 1,4 miliar dari cabang Guernsey ke Singapura pada akhir 2015.