FBS Indonesia : Home /Berita Ekonomi /Tim baru dibentuk untuk membantu proyek-proyek transportasi

Tim baru dibentuk untuk membantu proyek-proyek transportasi

Kementerian Perhubungan berarti bisnis dengan proyek-proyek infrastruktur terkait transportasi karena telah membentuk tim untuk membawa investasi untuk proyek-proyek.

Tim – yang dipimpin oleh menteri transportasi dan sekretaris jenderal kementerian – bertugas mengidentifikasi proyek-proyek potensial untuk menawarkan kepada investor, jumlah dana yang dibutuhkan, skema investasi layak dan dengan mencari solusi untuk masalah-masalah lain.

“Kami berharap kami dapat menawarkan bisnis yang menguntungkan untuk sektor swasta,” kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Rabu.

Pembentukan tim ini didukung oleh Keputusan Perhubungan Menteri No. 590/2016, yang menyatakan bahwa ada urgensi untuk mencari sumber pendanaan alternatif dan untuk meningkatkan investasi demi pembangunan infrastruktur.

Kementerian tersebut telah diusulkan total 10 proyek untuk sektor swasta, mulai dari proyek darat, laut dan transportasi udara.

Proyek-proyek termasuk pembangunan kereta api bandara Adi Sumarmo International di Solo, Jawa Tengah; sebuah kereta api berkecepatan tinggi yang menghubungkan Jakarta dan Surabaya di Jawa Timur; dan Kuala Tanjung Pelabuhan di Medan, Sumatera Utara.

Kementerian Perhubungan belum ditentukan total dana yang dibutuhkan untuk 10 proyek, meskipun sebelumnya telah mengungkapkan bahwa kereta api berkecepatan tinggi akan dikenakan biaya Rp 253800000000000 (US $ 19010000000).

keterlibatan sektor swasta dalam proyek infrastruktur dianggap penting karena jumlah terbatas dana dari anggaran negara.

Sementara semua karya infrastruktur yang terkait transportasi diproyeksikan biaya Rp 1,82 kuadriliun sampai 2019, pemerintah telah menyatakan bahwa ia hanya dapat menutupi kurang dari 30 persen dari total biaya.

Kementerian Perhubungan telah merasakan dampak dari pendanaan yang ketat sebagai alokasi anggaran untuk 2017 telah berkurang menjadi Rp 45980000000000 dari ekspektasi semula Rp 48700000000000.

Kementerian itu sendiri bertanggung jawab membangun 15 bandara baru, 3.258 kilometer dari rel kereta api, 103 kapal untuk merintis rute baru dan proyek-proyek lainnya sampai 2019.

Budi mengatakan bahwa keterlibatan sektor swasta akan memungkinkan kementerian untuk fokus bekerja pada proyek-proyek infrastruktur di daerah terpencil dengan menggunakan anggaran negara.

Direktur operator pelabuhan negara Pelindo I Bambang Eka Cahyana mengatakan bahwa ia menyambut baik langkah kementerian untuk mengundang mitra strategis untuk mengembangkan pelabuhan Kuala Tanjung, yang akan mendukung zona ekonomi khusus Sei Mangke.

Tahap pertama pembangunan terminal Kuala Tanjung multiguna diproyeksikan menelan biaya Rp 3,7 triliun.

Sementara itu, beberapa perusahaan negara, termasuk operator bandara negara Angkasa Pura (AP) I, operator kereta api negara Kereta Api Indonesia (KAI) dan perusahaan konstruksi negara Adhi Karya, telah sepakat untuk bersama-sama membangun kereta api bandara Adi Sumarmo.

Perusahaan menandatangani nota kesepahaman (MoU) pada bulan Oktober.

Indonesia Kamar Dagang dan Industri (Kadin) transportasi udara ketua panitia Denon Prawiraatmadja mengakui daya tarik komersial dari proyek-proyek infrastruktur yang ditawarkan oleh kementerian, seperti bandara di Buleleng di Bali utara dan di Karawang, Jawa Barat.

“Kementerian akan membutuhkan investor jangka panjang untuk bandara, kalau tidak mereka tidak akan [komersial] layak,” katanya, menambahkan bahwa bandara Buleleng memiliki potensi untuk menjadi titik masuk alternatif bagi wisatawan untuk mengurangi lalu lintas di Ngurah ramai Rai International Airport di Denpasar.

Previous post:

Next post: