Tim Indonesia Menghadiri Uji Coba Minyak Montara di Sydney

Pemerintah Indonesia akan mengirimkan lima perwakilan untuk menghadiri persidangan tumpahan minyak Montara di Sydney, Australia.

Kasus tersebut melibatkan perusahaan minyak Thailand Petroleum Authority of Thailand Exploration and Production Public Company Limited (PTTEP).

“Tim kami terdiri dari lima orang yang akan menghadiri persidangan di Sydney. Mereka akan berangkat minggu ini, “kata Menteri Koordinator Kelautan Luhut Binsar Pandjaitan pada 19 September di Jakarta Pusat.

Luhut mengatakan bahwa lima perwakilan Indonesia termasuk pakar teknik keselamatan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, pejabat Kabupaten Flores dan hukum internasional ahli hukum laut Hasyim Djalal.

Ladang minyak Montara PTTEP meledak pada tanggal 29 Agustus 2009, menumpahkan 300.000 liter minyak ke laut dalam sepuluh hari.

Hampir 90 persen perairan Indonesia di Laut Timor telah tercemar oleh tumpahan minyak dan zat berbahaya lainnya dari rig Montara.

Tujuh tahun kemudian, sekitar 13.000 petani rumput laut di Pulau Rote dan Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengajukan gugatan class action dengan Pengadilan Federal Australia melawan PTTEP Australasia. Perwakilan kelas Daniel Sandara telah menantang perusahaan tersebut mengenai pencemaran minyak di Laut Timor.

Pada bulan Januari 2017, Pengadilan Federal Australia di Sydney menyetujui status gugatan class action. Tuntutan hukum tersebut mengatakan bahwa petani rumput laut telah mengalami kegagalan panen karena tumpahan minyak Montara.