FBS Indonesia : Home /Berita Ekonomi /Volatilitas pasar alat tenun menjelang pemilu AS

Volatilitas pasar alat tenun menjelang pemilu AS

Pemilihan presiden AS pada November dapat berdampak negatif terhadap sentimen pasar mata uang di Indonesia, menyebabkan depresiasi rupiah, ekonom memperkirakan.

Yang berbasis di Singapura ekonom DBS Group Research Gundy Cahyadi mengatakan ketidakpastian di pasar akan mendorong volatilitas pasar.

“Kita mungkin melihat volatilitas pasar menjelang pemilu AS. Rupiah trend ke depan akan didorong oleh dolar tema yang luas juga, terutama mengingat ekspektasi kenaikan suku bunga Fed AS pada akhir tahun ini, “katanya kepada The Jakarta Post pada hari Jumat.

Gundy meramalkan bahwa sebelum akhir tahun, dolar AS kemungkinan akan menghargai terhadap sebagian besar mata uang, termasuk rupiah.

kepala ekonom Samuel Asset Management Lana Soelistianingsih mengatakan dua skenario yang bisa terjadi tergantung pada calon memenangkan pemilihan.

Lana berpikir bahwa jika calon presiden dari Partai Republik Donald Trump menang, investor dapat mengambil menunggu dan melihat pendekatan sebelum mengambil keputusan. Dia memprediksi bahwa jika Trump menang, rupiah akan meluncur ke antara Rp 13.000 dan Rp 13.100 per dolar pada akhir 2016.

Sementara itu, jika calon presiden dari Partai Demokrat Hillary Clinton menang, maka situasi akan jauh lebih bermanfaat bagi rupiah karena pasar akan kurang stabil. Dia memperkirakan rupiah untuk menyeimbangkan antara Rp 12.900 dan Rp 13.000 per dolar pada akhir tahun dalam skenario itu.

Sementara itu, Bank Indonesia menegaskan pada hari Jumat bahwa nilai tukar rupiah tidak akan menderita dampak dari pemilu.

Previous post:

Next post: